Opening Hours:Monday To Saturday - 8am To 9pm

c-frach.com

Aksi Solidaritas Untuk Mahasiswi UGM Yang Mengalami Pelecehan Seksual

Categories :Uncategorized

Dikutip atm303, Kasus kekerasan seksual yang dialami Agni (bukan nama sebenarnya), mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2017 lalu belum selesai. Sejak pengakuan lengkapnya terbit di situs daring BPPM Balairung beberapa hari lalu, berbagai pihak terus berupaya mendorong pihak kampus UGM untuk mengambil langkah konkrit terkait kasus pelecehan ini. Karena seperti kita tahu, berdasarkan pengakuan Agni, dirinya belum mendapat keputusan jelas terkait apa yang dialaminya setahun lalu.

Maraknya kasus ini tidak membuat sesama mahasiswa UGM tinggal diam. Tadi pagi (8/11), aksi solidaritas dukung Agni digelar di lapangan Sansiro Fisipol UGM, Bulaksumur, Yogyakarta. Aksi yang diinisiasi sendiri oleh Balairung atas persetujuan Agni tersebut dihadiri puluhan mahasiswa, awak media, serta beberapa dosen. Mereka semua berkumpul untuk menyuarakan tuntutan yang sama: mendorong pihak UGM mengusut tuntas kasus ini dan memberi sanksi setimpal bagi pelaku. Berikut hasil liputan Hipwee di lapangan.

Aksi #KitaAGNI dilakukan untuk menanggapi rilis siaran pers yang dikeluarkan UGM terkait hebohnya berita soal Agni. Rilis tersebut dinilai janggal dan kurang spesifik

Sehari setelah berita Agni dirilis BPPM Balairung, pihak UGM melansir siaran pers berisi 4 poin. Rilis tersebut diunggah di akun Twitter resmi UGM. Namun, tidak sedikit pihak justru menyayangkan rilis yang kurang spesifik dan malah terkesan janggal. Inilah yang kemudian memantik pihak Balairung untuk menggelar aksi solidaritas #KitaAGNI demi menyuarakan tuntutan-tuntutan pada kampus mereka. Kalau kamu penasaran tuntutan lengkapnya, bisa dibukan di sini.

Aksi ini dimulai dengan membagikan kentungan dan peluit yang kemudian dibunyikan bersama, sebagai tanda bahaya #UGMDaruratKekerasanSeksual

Sekitar pukul 09.30 WIB, lapangan Sansiro yang tadinya hanya berisi segelintir orang, sudah mulai dipenuhi mahasiswa, awak media, dan beberapa dosen. Mereka mengelilingi baliho besar yang berisi sederet tuntutan kepada kampus UGM. Bagian kirinya sengaja dibiarkan kosong, karena akan digunakan mahasiswa atau alumni untuk menuliskan nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) sebagai bentuk dukungan kepada Agni. Setelah itu, para mahasiswa inisiator gerakan ini membagikan kentungan dan peluit kepada publik untuk kemudian dibunyikan bersama-sama sesuai aba-aba. Bunyi itu untuk merepresentasikan tanda bahaya akan darurat kekerasa seksual di kampus UGM.

Semalam sebelum aksi digelar, Rektor UGM Dwikorita beserta jajaran petinggi UGM tampil dalam siaran radio. Di dalam perbincangan yang digelar, Ibu Rektor menyampaikan bahwa akan ada agenda gladi demonstrasi yang akan dilaksakanan hari ini. Katanya UGM kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini sebagai ajang latihan politik praktis yang dipelajari di perkuliahan.

Setelah itu orang-orang yang menyatakan dukungan dipersilahkan mengisi nama dan NIM-nya di baliho putih yang telah disediakan

Setelah kentungan dan peluit dibunyikan, satu per satu orang turut mengisi nama dan NIM di baliho putih yang digelar di lapangan Sansiro, sebagai bentuk dukungan kepada penyintas, dalam kasus ini Agni. Mereka yang mengisi kemudian diberi pita ungu sebagai tanda telah mendukung Agni dalam aksi solidaritas tersebut. Aksi tadi juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi dan tuntutan pribadi Agni selaku korban, oleh salah satu mahasiswi inisiator.

Aksi ini masih akan berlangsung sampai pukul 18.00 nanti. Jika kalian ingin turut mendukung Agni dengan mengisi baliho di kampus Fisipol, silakan datang ke sana, atau jika kebetulang sedang tidak di Jogja, kamu bisa mengisi form melalui link berikut ini ugm.id/dukungagni.

Mari bersama perangi kekerasan seksual!